Butiran
suri pesaudaraan aku dapatkan darinya. Sosoknya yang ceria seakan memberikan ku
gairah untuk terus bersamanya. Kepiawaianmu dalam bersahabat membuahkan citra
cahaya pada hatiku. Ku kisahkan tulisan sederhana untuk selalu kau ingat dan
renungkan.
tertanggal,
17-6-2015.
Hai sahabat..
pada bulan pertama yang penuh dengan kesucian ku lantunkan sebuah cerita. Ini
kisah nyata yang pernah terjadi dalam hidupku. Bermula dari segala keaktifan ku
di sekolah. Aku yang dulu bukan aku yang sekarang? Lirik lagu milik bocah kecil
itu seakan membenarkan perihal kecil tentangku. Kejadian ini terjadi sewaktu
aku duduk di bangku kelas 8, suasana penuh keseriusan terjadi. Aku masuk dalam
kelas kompetisi, di kelas ini aku tidak menemukan sebuah kesatuan, seolah kami
hanya bersama namun tak pernah bersatu. Kesibukkan setiap anak yang hanya bisa
belajar, bertolak belakang sekali dengan aku yang terkadang hiperaktif. Sampai
akhirnya aku menyibukkan diri, pada organisasi-organisasi di sekolahku. Disini
aku lebih bisa menemukan tatanan pembelajaran sesuai passion ku. Belajar tidak
harus dengan buku, belajar bisa menggunakan pengalaman. Keduanya harus
seimbang. Itulah yang selalu ada dalam benakku. Bulan yang sangat dicintai kaum
muslim dan muslimah pun tiba. Di awal bulan ini, ragaku seakan menunjukan ia
baik-baik saja. Seperti biasa, aku dan kawan-kawan rumahku bergegas ke mushola
dekat rumah, untuk shalat taraweh. Sifat kekanak-kanakan masih menjelma dalam
diriku dan yang lainnya. Kami datang saat azan maghrib tiba, padahal shalat
taraweh baru dimulai sesudah shalat isya hehe. Aku dan yang lainnya selalu
beraktifitas seperti itu sewaktu ramadhan. Jarak sekolah menuju rumahku dekat
namun jauh. Aku masih sanggup menapakan kaki dari rumah sampai sekolah, inilah
mengapa aku tidak pernah di jemput sewaktu smp. Matahari terus menghardik hari,
setiba aku di rumah, aku langsung bergegas berganti baju, dan diam dalam tempat
tidur dengan suhu ac yang paling dingin. Saat azan berkumandang menandakan
berbuka tiba, yang ku ambil pertama adalah es buah tercinta. Kemudian menyantap
gorengan/makanan ringan yang di hidangkan ibundaku. Seperti agenda pada
biasanya. Teman-temanku sudah menjemput untuk shalat taraweh. aku tak sempat
menyantap nasi. Selesai tarawehpun aku tak menyentuh nasi karna rasa kantukku
yang tak terkalahkan. Sewaktu sahur, aku hanya makan seadanya karna kantuk yang
masih menjalar. Kegiatan rutin ini terus berlangsung sampai seminggu berpuasa.
Entah mengapa tiba-tiba tubuhku meronta sakit. Aku yang tadinya tidak pernah punya
penyakit maagh. Dokter memvonis maaghku sudah kronis. Keanehan mulai terjadi.
Aku yang dari kecil punya asma, kini kambuh dan bersatu dengan maagh kronisku.
Aku begitu lemah pada saat itu. Namun berpuasa tetap ku lakukan walau sakit
yang menerjang ragaku. Aku kembali masuk sekolah, pada saat itu aku tidak bisa
untuk berjalan terlalu jauh, karna lambungku yang tak bisa bertahan menemani
kakiku untuk bertapak. Sekolah ku memakai tema moving class, yang berarti padaa
setiap pembelajaran harus berkeliling untuk berpindah kelas. Dengan kondisi yang
sangat tidak memungkinkan untuk aku berjalan menelusuri tiga lantai, sahabat
sekaligus saudara ku yang bernama rahma menuntunku dengan sangat hati-hati. Aku
melihat sebuah ketulusan dari dalam dirinya. Aku dan rahma berteman dari kami
masih belia pada sekolah ini. Kami selalu satu kelas, dan selalu bersama.
Seperti bidadari, dialah yang menolongku saat aku benar-benar membutuhkan
pertolongan seseorang. Di kelas ini, aku selalu berdua dengan rahma. Berbeda
sekali saat aku kelas 7 dan 9, semua anak aktif dan mengambil bagian dalam
hidupku. Padahal kelas 9 aku kembali masuk kelas kompetisi, namun entah mengapa
wajah-wajah baru yang berhasil menggusur teman kelas 8 ku, seakan lebih
mempunyai daya pemikiran yang unggul. Mereka tidak hanya bisa belajar, namun
bisa bersatu menjadi seorang saudara. Aku sangat berhutang budi dengan sahabat
tercintaku itu, rahma adalah salah seorang yang sangat aku cintai. Aku tak
kunjung sembuh, padahal obat yang diberikan sudah habis ku lalap setiap harinya. Jam tepat berada pada pukul 11 malam, dadaku
sesak tiada terkira. Obat ku habis, papaku seketika langsung menggendongku.
Membawaku ke mobil, dan melaju ke klinik 24 jam. Seperti tanggapan dokter yang
biasa menanganiku, ia mengatakan penyakit yang sama. Obatnya pun tidak jauh
berbeda. Namun tubuhku malah semakin parah, pada leherku muncul sebuah benjolan
kecil. Aku melihat betul wajah mama, ia takut, sedih bahkan seperti dipikul
sebuah masalah yang berat di bulan suci ini. Aku semakin tak tertahankan,
kekuatanku semakin melemah. Aku tetap menjalankan puasaku seperti yang lainnya.
Aku di bawa ke rumah sakit lain, disana dokter berpesan agar aku cepat
dioperasi. Benjolan di leherku bisa berbahaya apabila tidak dihilangkan. Mama,
papa ku di kasih selembar kertas, dan kemudian ke apotek untuk menebus obat.
Sudah 3 kali aku ganti dokter, namun sakit yang merajang seakan semakin memeluk
ku erat. Mamaku mengambil telfon genggamya, dan menceritakan permasalahan ini
kepada tanteku. Wanita berparas cantik, dan pintar adalah kakak yang paling
dekat denganku, sewaktu kecil aku dan dia selalu dititipkan ke nenek karna
orang tua kami yang sibuk. Namun seiring berjalannya waktu, semakin dewasa ia
semakin sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter. Di kala itu ia sedang berada
di yogyakarta, untuk dinas menyembuhkan beberapa warga yang terserang penyakit.
Katanya “tak usah di operasi, jika operasi tak berhasil akan semakin fatal,
coba terapi dulu”. Mamaku menurut seakan percaya dengan tanteku. Aku
menjalankan berbagai terapi. Namun tak kujung sembuh. Tidak terasa seminggu
lagi hari raya akan tiba. Aku senang menyambutnya, walau rasa sakit ini terus
melekat namun tak bisa dipungkiri hari raya adalah hari yang membahagiakan
untuk semua orang. Karna manusia akan saling memaafkan satu sama lainnya.
Bersilaturami dari rumah ke rumah. Menyodorkan sebatang kue dan uang kepada
tamu. Obat dari rumah sakit pun habis, terapi juga sudah dijalankan. Namun
seoalah tak mau pergi, kondisiku terus melemah. Aku dibawa ke rumah sakit yang
bernama datuk. Ia adalah rumah sakit yang obatnya menggunakan herbal alami.
Tidak dicampur bahan kimia, seperti obat tradisional tepatnya. 4 rumah sakit ku
singgahi, aku muak dengan berbagai pengobatan, rasanya seperti aku ingin tidur
saja bersama nenek. Teman-teman dan tetangga silih berganti menjengukku. Karna
masih dalam usia abg, salah seorang teman ku yang bertamu berkata “yah kasian
deh kamu.. nanti gabisa ikut buka bersama sama kita, gabisa ke mall juga beli
baju lebaran” serentak hatiku sedih. Pada bulan ramadhan itu memang aku hanya
bisa terdiam dirumah. Memandangi kamar dan terbaring lemah di tempat tidur. Dua
hari sebelum hari raya tiba, mama mengajakku ke mall dekat rumah. Di kursi roda
aku mencari baju untuk hari raya dengan ala kadarnya. Aku tidak mementingkan
pakaian baru atau apapun, aku hanya ingin melihat mama ku tersenyum kembali.
Aku tidak kuat dengan dinginnya pusat perbelanjaan ini, aku pun meminta pulang.
Sesampainya dirumah aku terlelap dalam tidur yang nyenyak. Tiba-tiba.. nafasku
tak henti-hentinya terulur. Aku tak bisa nafas, nafasku tertarik, dan tak bisa
dihembuskan. Mama dan papaku histeris, aku diminumi obat, di suguhkan air minum
hangat, dipakaikan minyak angin panas. Namun apa daya, tak mempan praktik itu
dilakukan. Jam tepat menunjukkan pukul 2 pagi dan aku masih tak sadarkan
diri. Mamah dan
papahku shalat bersama, mendoakanku, membacakanku ayat-ayat alqur’an. Satu yang
ku dengar dari doa mama “ya tuhan, aku tidak sanggup melihat anakku menanggung
segala penyakit ini, jika boleh ingin rasanya aku yang menggantikannya, dan
jika memang saat ini engkau harus mengambilnya dariku, aku ikhlas daripada ia
harus menderita terus seperti ini” aku menangis dalam tidur, dan sesak nafas
yang tiada hentinya. Begitu besar pengorbanan seorang ibu. Begitu besar cinta
kasih sayangnya terhadapku. Kata-kata itu terngiang di hatiku. Satu hari
menjelang hari raya. Jika semua orang sedang asyik mempersiapkan idul fitri.
Berbeda sekali dengan keadaan rumahku. Orang tua ku hanya mempersiapkan ala
kadarnya. Mereka terfokuskan dengan aku yang semakin memburuk, aku pun kembali
ke rumah sakit. Mengecek segala kondisi. Aku tak penah mau dirawat, karna jika
dirawat pasti aku tidak diperbolehkan berpuasa dengan dokternya. Sesampaiya di
rumah aku langsung meneguk obat. Tubuhku seakan menjadi lebih baik. Takbiran
pun tiba. Suara takbir berkumandang dimana-mana. Aku berpesan pada papa ku,
jika esok aku masih bisa membuka mata, aku ingin shalat id. Pagipun tiba aku
dibangunkan papa, dan mama. Kami bergegas untuk shalat id bersama. Di masjid yang
penuh dengan ketenangan aku merasakan kesejukkan yang tidak bisa aku ungkapan.
Hatiku seakan bersih. Noda dan pikiran hitam di hatiku seakan berganti menjadi
putih dan dikilaukan cahaya yang indah. Aku tersenyum dan berlutut pada
sajadahku. Melihat kekuasaan allah yang tiada terkira. sesampaiya dirumah, aku
langsung turun menuju gerbang. Aku langsung berlari ke dalam rumah, menuju
dapur dan mengambil coca cola. Seperti langit yang menemukan mataharinya. Aku
menemukan lagi daya energi diriku. Semua penyakit hilang seketika. Entah apa
obatnya, benjolan di leherku hilang tak tau kemana, tubuhku sehat seperti sedia
kala, malah sepeti terbangun dari koma aku merasakan ketakjuban yang aku tak
mengerti ini apa. Salah satu hikmah besar yang allah berikan untukku. Seakan penuh
rasa terimakasih. Aku dan keluarga tak hennti-hentinya bersyukur. Terimakasih
yaAllah kau berikan ramadhan yang sungguh membuatku bahagia.
kisah nyata ini terjadi saat aku masih polos dan belum mengenal apa itu cinta.
Begitu dekat dengan sang ilahi. Setiap malam yang ku rindukan adalah sajadah
dan lantunan bacaannya. Aku rindu saat aku masih menjadi butiran pasir yang
bersih. Saat aku tak terlelap dengan keindahan cinta lawan jenis. Sungguh
berbeda sekali saat aku belum mempunyai sebuah perasaan yang menduniawi ini.
Semoga lentera kisahku memberikan kau pesan tersirat yang dapat kamu jadikan
renungan hidup sahabat..
salam hangat ku
untuk seorang wanita
yang kurujukan kau adalah sahabat sekaligus saudaraku
. zhiya
Terkisah
18 Juni 2015Hallo sahabat..
terukir selalu canda tawamu pada memori hatiku. Keapaadaan nya dirimu membuat
kilauan cahaya seakan meluncur memancarkan auramu. Pada bulan yang penuh makna
ini, akan ku sandarkan sebuah petikan-petikan kalimat. Semoga setiap kali kau
membaca sebuah petikan usang dariku. Semangat dan senyummu selalu terlahir. Aku
pernah membaca hadits riwayat muslimAnas menuturkan bahwa Nabi
salallahualaihi wasalam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian
sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya
sendiri.Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, I/14, Kitab I-Iman bab ke-6 hadits no.13.kau tau sahabat? Apa yang dijelaskan oleh hadits diatas? Sebagaimana allah
mencintai orang-orang yang mencintai saudaranya. Hadits ini bercerita agar
senantiasa setiap muslim saling mencitai. Syarat keimanan yang sempurna adalah
saat seseorang mampu untuk mencintai suadaranya, apabila tidak. kesimpangan
iman masih bersamanya. Iman bukan semata-mata keyakinan kepada Allah dan
bagaimana membangun hubungan dengan-Nya (hablun minallah), tetapi juga
berkaitan langsung dengan hubungan sesama manusia (hablun minannas). Iman yang
sempurna harus meliputi keduanya. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan
satu jiwa. jika dia mencintai saudaranya
maka seakan-akan dia mencitai dirinya sendiri.
Kepingan kata-kata itu seakan menjalar dan terhelubung masuk ke dalam tubuhku.
Meyayangi adalah bagaimana caranya engkau memberi
bukan meminta. Bagaimana caranya engkau memperlihatkan sebuah kebenaran bukan pembenaran. Sahabatku,
aku tidak bisa memberikan hal yang mungkin tidak bisa ku lakukan, bak angin
yang menyejukan, aku tidak bisa menghangatkanmu layaknya mentari. Ku berikan,
apa yang aku bisa dan apa yang aku mampu. Pesanku, saat engkau terjatuh.
Ingatlah allah yang selalu bersamamu. Sapalah ia dalam setiap malammu, jika kau
butuh pundak, atau ragaku, sapalah diriku. Jika aku sudah mulai jauh, dan lupa
dengan segalanya, tegurlah aku sebagaimana seorang saudara yang saling
mengasihi.
Terimakasih telah berjalan masuk dalam hidupku
Ku simpuhkan kalimat khusus untukmu
“Jatuhkanlah air mata, saat ia memang harus terjatuh. Berhentilah kau
menitikannya saat dirimu menyadari ikhlas adalah kunci dari semua peristiwa
yang kau alami”Tertanda.zhiya
19 Juni 2015..
Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan untuk ku. Ukhti aku ingin
bercerita... sedikit membosankan memang, membaca tulisan amatiran seperti
diriku. Tapi semoga bacaan ini membuat hubungan kita tak terhempas oleh jarak
dan waktu. hari ini salah seorang temanku, merayakan hari jadinya. Ia seorang
protestan. Sebuah ketidaksingkronan terjadi, perbedaan agama yang terjadi
antara aku, dia dan teman-teman yang lainnya membuat pesta yang ia rencanakan
berganti menjadi nonton bersama. Bertoleransi indah ya ukhti^^. Islam selalu mengajarkan
umatnya untuk saling menghormati dan bertoleransi. Aku ingat betul sebuah kata
bermakna dari guru agama tercinta “Bertoleransilah dengan semestinya. Agama
islam memperbolehkan bertoleransi namun haram untukmu membenarkan ajarannya”.
Seperti sebuah firman Allah swt yang tertera pada Qur’an surah Yunus/10: 40-41
Artinya :Dan di antara mereka ada orang-orang yang
beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang
tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang
yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka
katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun tidak bertanggung jawab terhadap
apa yang kamu kerjakan. (Q.S Yunus/10:40-41)firman yang diturunkan sang maha kuasa ini mempunyai makna agar setiap kaum
mukmin bersikap toleran dalam hal keyakinan dan menghargai akan adanya
perbedaan dalam segala hal. Sungguh indah ajaran-ajaran Allah yang di ajarkan
pada kaum muslim ya ukhtiJ. Pertemanan dengan seseorang
yang berbeda terkadang membuat diriku takut. Aku takut iman ku yang mendayung
ini seraya berada pada titik lemahnya, dan membuat aku terjerumus pada amalan
yang mereka alirkan. Namun akupun percaya Allah selalu bersama hamba-hambanya.
Di bulan yang penuh rahmat ini, aku menitipkan doa kecil untukmu. Insyaallah
jika Allah menghendaki, Ia akan mengabulkannya. Ukhti serpihan pertemanan manusia
awam, apabila tidak dibenihkan sebuah kasih sayang dan obrolan, seketika akan
luntur dan terkubur pada sebuah kegengsian dan pernyataan “teman tapi dulu”.
Dirimu bisa menelaah sendiri maksud petikan kata-kata ku. Selagi Allah masih
memberikan ku kesempatan untuk aku bernafas, aku ingin dalam setiap helaian
nafas ini berguna untuk orang lain, termasuk dirimu.
Ku harap kehadiranku di sisi mu, membawa secuil keberkahan untukmu.
Tersenyumlah selalu, karna senyummu menghiburku saat aku tengah berada dalam
lamunan kesedihan.
Sapaan kasihku
Untuk dirimu yang ku sapa eneng
Ku harap kehadiranku di sisi mu, membawa secuil keberkahan untukmu.
Tersenyumlah selalu, karna senyummu menghiburku saat aku tengah berada dalam
lamunan kesedihan.
Sapaan kasihku
Untuk dirimu yang ku sapa eneng rafo tertanda
.zhiya
Bimbang
masih menyelimuti batinku, tertanggal 20-Juni-2015..
Dini hari ini aku terbangun, tidak... ini belum memasuki waktu sahur. Pukul
01.23 mataku terbuka karna sentuhan mimpi yang aku tidak tau ini mimpi buruk
atau bukan. Aku tak mampu menceritakan mimpi yang membuat air mataku terisak
tak tertahankan. Aku melangkahkan kaki untuk mensucikan diri. Ku tatap
langit-langit rumahku sambil mengangkat kedua tanganku seraya berdoa. Di tengah
malam ini ku sandarkan berbagai curahan hati kepada sang ilahi. Bersujud dan
bersandaran pada ayat-ayat Allah swt dapat membuat hatiku perlahan tenang. Ku
hirup oksigen dalam-dalam dan ku keluarkan secara lambat lewat mulut, praktek
tersebut membuat ragaku menemukan setruman stamninanya kembali. Sehabis
bercerita dan berkelu kesah kepada sang Maha Kuasa, aku bergegas kembali ke
wahana yang penuh boneka dan bebantalan. Aku berbaring tenang dengan posisi
tubuh menghadap ke tembok. Seketika sorot mataku terfokuskan pada sebuah ukiran
nama yang terumpat kecil ditembok dekat kasurku, yang terhalangi oleh beruang
yang cukup besar. Ku geser boneka nan lucu itu. Bahkan ukiran namanya masih
membuat hatiku sedih ‘Kataku dalam hati. Entah luka apa yang menyambar pada
jasmani dan rohaniku. Tapi... tak tau mengapa, apapun yang berhubungan dengan
dia, batin ini seraya tak tertahankan pada gejolak penuh kesedihan dan
kebahagiaan. Seperti mencintai namun membenci. Aku tau betul bagaimana perasaan
ini menjulurkan rasa lukanya.
Namun aku juga tau hatiku selalu saja terlena oleh sentuhan rasa cintaku
untuknya. Ia datang, lalu pergi, Ia kembali, lalu
menghilang, Ia mendekat, lalu menjauh, Ia ada namun tak ada. Aku benci
ketidakjelasan. Aku benci saat aku harus menyatakan pada hatiku, bahwa aku
harus ikhlas menerima kepergiannya. Aku benci saat diriku terlena oleh biasan
kata manis darinya, yang membuat ia berhasil masuk lagi ke dalam hidupku dan
pada akhirnya pergi lagi. Kepiluanku menjadi-jadi saat aku memandang betul
ukiran secuil nama di tembok kamarku. Mimpiku yang indah nan menyakitkan,
nampaknya menjadi tertanda bahwa semua akan segera berakhir. Aku akan berhenti
mencintainya. Tidak... bukan karna aku tidak benar-benar mencintainya. Aku
berhenti saat ini, karna aku yakin tulang rusuk takkan salah singgah kepemiliknya.
Ingin sekali aku berkata kepada sang ikhwan yang aku tidak tau ia siapa. Aku ingin
berkata kepadanya ‘maafkan aku karna aku terlalu berdilema pada cinta semu,
padahal aku tau cinta sejati akan menjemputku. Ajari aku untuk memiliki
kesucian wanita islami, jemput aku saat dirimu sudah pantas untuk meminang dan
bertanggung jawab atas diriku. Sapa aku saat dirimu sudah yakin bahwa waktunya
sudah tiba untuk aku selalu setia kepadamu sampai ajal menjemput, dan binalah
aku saat kamu tau segala kekuranganku yang buruk. agar aku mampu mendidik buah
kasih kita menjadi seseorang yang shaleh dan shalehah’ aku tidak tau ikhwan itu
siapa, namun hatiku selalu ingin meminta maaf kepadanya karna kelalaianku dalam
menjaga hati.
Ukhti... sang sahabat sekaligus saudaraku. Ingatkan aku saat aku tengah berada
pada lubang kemaksiatan. Aku tidak ingin terjatuh lebih dalam namun kau tau,
rasa duniawi susah untukku kendalikan. Mungkin dirimu saat ini sama sepertiku.
Karna tak bisa dipungkiri, hakiki seorang wanita adalah makhluk lemah yang
sangat mudah rapuh dalam masalah hati, dan hasrat jiwa. seorang wanita sangat
menyukai sebuah kelembutan, hatinya yang lembut dan mudah terhanyut sering
membawanya jatuh pada lubang hitam yang seharunya dilarang untuk diinjak.
Saudaraku.. kepadaNya lah kita selalu meminta perlindungan, agar suatu hari
nanti kita dapat menggapai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tua
tercinta, dan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dapat kita tulari ke orang lain
terlebih buah hati kita. Dan semoga senantiasa kita segera menemukan sang
penjaga hati sekaligus raga kita. Yang bisa menopang tanggung jawab atas
wanitanya, yang dapat mengajari dan mencintai kita atas dasar allah swt. Semoga
Allah selalu bersama dan melindungi kita ya ukhti...petikan salam..mahligai kasih sayangku untuk seorang wanita shalehah sang sahabatTertandazhiya
Ukhti... sang sahabat sekaligus saudaraku. Ingatkan aku saat aku tengah berada
pada lubang kemaksiatan. Aku tidak ingin terjatuh lebih dalam namun kau tau,
rasa duniawi susah untukku kendalikan. Mungkin dirimu saat ini sama sepertiku.
Karna tak bisa dipungkiri, hakiki seorang wanita adalah makhluk lemah yang
sangat mudah rapuh dalam masalah hati, dan hasrat jiwa. seorang wanita sangat
menyukai sebuah kelembutan, hatinya yang lembut dan mudah terhanyut sering
membawanya jatuh pada lubang hitam yang seharunya dilarang untuk diinjak.
Saudaraku.. kepadaNya lah kita selalu meminta perlindungan, agar suatu hari
nanti kita dapat menggapai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tua
tercinta, dan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dapat kita tulari ke orang lain
terlebih buah hati kita. Dan semoga senantiasa kita segera menemukan sang
penjaga hati sekaligus raga kita. Yang bisa menopang tanggung jawab atas
wanitanya, yang dapat mengajari dan mencintai kita atas dasar allah swt. Semoga
Allah selalu bersama dan melindungi kita ya ukhti...
petikan salam..
mahligai kasih sayangku untuk
seorang wanita shalehah sang sahabat
Tertanda
.zhiya
Hallo
little girl....
21-June-2015
Di lembar ini, ku singgahkan memory saat aku pertama kali berjumpa denganmu.
Ingatkah engkau sahabat? Jika kau lupa. Lupamu adalah tugasku untuk
mengingatkan. Ku buka kembali secangkir ingatan yang pernah terukir dulu.
Perkumpulan wanita berhijab sedang melingkar tatkala adanya sebuah pengajaran
tentang sebuah organisasi yang islamiyah. Aku yang duduk paling ujung lingkaran
seolah meronta kesal kepada seseorang. Mataku meringis melihat gadis kecil itu.
‘Gerabak gerubuk banget dah nih orang ‘kataku dalam hati. Suasana yang tadinya
asri, berubah menjadi riuh. Suaranya yang spontan tak terhentikan, dan
tingkahnya yang kebingungan membuat mulut ku akhirnya terbuka. ‘duduk disini
saja’ kataku. Ia datang bersama salah seorang teman kelasnya. Kebetulan aku
cukup mengenal wanita yang sedang bersama dia. ‘udah lama zhi, mulainya?’ tanya
kartika. Belum kar, baru mulai...” jawabku halus. Ku pandangi inchi demi inchi
gadis di sebelas kartika itu. Ia tersenyum sambil melangak-melongok malu. ‘eh
gue malu, gue harus gimana? Ngenalin diri atau gimana, duh malu....’ katanya ke
kartika sambil memegang tangan kartika dengan ambisius. Perkataan itu tidak
henti-hentinya ia ucapkan. Sambil cengengesan ia menyapaku ‘ini lagi ngapain?
Gue anak baru.. bingung.. hehehe’. ‘lagi disuruh sebutin apa aja yang bakalan
menjadi target selama satu tahun ke depan dan selama berada di 60 mau kaya
gimana’ jawabku seraya menjelaskan kepada gadis yang menggunakan behel
sepertiku. ‘hmm.. udahkan semua.. oh iya berhubung disini banyak yang baru,
kita sekalian perkenalan yah..’ucap salah satu kaka petuah. Para wanita yang
berada di lantai atas mushola pun memperkenalkan dirinya bergantian. Aku
memperkenalkan diriku, seperti biasa... suara ku yang lantang mengagetkan
setiap orang. Dua silih sehabisku, tiba gadis kecil itu yang memperkenalkan
diri. Jika seperti biasanya aku bersuara lantang, nampaknya Ia mempunyai
kebiasaan seperti biasanya cengengesan-__-. ‘hehehehe assalamualaikum wr wb,
nama saya rafa afafiah, kelas x mia 1. Dulu aku sekolah di 227. Alasan masuk
rohis soalnya ingin mendekatkan diri sama allah. Ohhh Rafa namanya, mirip sama
kaka osis-rohis ya, tapi dia namanya reeva. Setelah semua mendapat giliran
untuk bersuara dalam memperkenalkan diri, kami diceritakan tentang beberapa
kegiatan di rohis. Awal rasa persaudaaran ku muncul kepada gadis itu adalah
pada saat pertama aku dan dia mendapatkan satu amanah bersama dalam proker rohis
yang cukup besar yaitu maulid sang baginda Nabi muhammad Saw. Kami di amanahkan
menjadi seksi konsumsi. Aku dan rafa tidak hanya berdua, kamipun juga
bekerjasama dengan kaka petuah yang lucu dan cantik. Ka wowo dan ka nina. Ka
nina adalah ketua keputiran pada saat itu, tentu saja pada setiap proker yang
dijalankan Ia memiliki tanggung jawab yang lebih. Alhasil Ia terhempas dalam
kemufakatan divisi ini. Peralihan kepada setiap divisi lain Ia lakukan. Aku,
rafa, dan ka wowo sering bermufakat bertiga saja. Bukan karna sengaja, namun
memang semua divisi membutuhkan sang kaput. Kami mengerti akan hal tersebut,
seringpula ka wowo menyerahkan kemufakatan itu kepadaku dan rafa. Sifat
kekanak-kanakan dan mengikuti saja, membuat aku dan rafa sering bertukar pikir hanya
berdua. Persiapan demi persiapan kami jalani. Berkompromi dan menjalankan
komunikasi hampir setiap hari. Membuat hubungan aku dan rafa semakin dekat.
Esok maulid akan tiba, tanda aku, dia, ka nina dan ka wowo akan berhenti
bermufakad tentang makanan dan minuman kecuali apabila suatu hari kami
digabungkan lagi pada divisi konsumsi. Pada saat itu kelabilan seorang guru,
membuat aku dan rafa menangis dalam
sebuah sajadah. Seperti langit yang menemukan bintang, aku dan divisi konsumsi
menndapatkan sebuah pencerahan. Senyum terbinar dari wajah ku dan wajah yang
lainnya. Semua berjalan sesuai rencana, bahkan lebih baik dari apa yang
direncanakan. Event terakhir bersama kakak kelas pun selesai. Aku dan rafa
kembali menjadi satu divisi pada pesantren kilat. Pesantren kilat adalah acara
pertama yang dipegang oleh angakatan kami. Aku, dan rafa menjalankan tugas
bersama hasna dan juli. Karna mendapatkan divisi yang paling sibuk, aku, rafa, hasna dan juli sering mengadakan rapat
di luar jam rapat akbar. Hubungan aku dan rafa semakin membaik. Kami bertukar
cerita, tertawa bersama, dan menangis bersama. Sampai event pesantren kilat
selesai. Suatu hari saat embun menyambut pagi, di kala itu aku, rafa, ditha dan
hasna sedang berkumpul di masjid bersama kakak mentor tercinta ‘ka hilmiya’ di
masjid al-ikhlas koperasi. Suatu kejutan dari ka mia, ia mengadakan kocokan
taakhi. Taakhi yang dimaksud adalah pemersatuan antara kaum muhajirin dengan
kaum anshar. Kebetulan dalam skenarionya aku menjadi kaum muhajirin dan rafa
menjadi kaum ansarnya. Kami diperaudarakan dengan ka mia. Karna peristiwa
bersejarah itu hubungan aku dan rafa semakin baik, dan seperti kilauan bima
sakti yang luasnya tak terhingga. Ia selalu berkilau pada hari-hariku, dan rasa
sayangku dapat terwakilkan seperti bima raya yang tak bisa dihitung
keluasannya.
sahabatku, bercerita mengenai sejarah itu harus. Entah untuk menjadi
pembelajaran atau membuat tali persaudaan kita semakin erat karna kenangan yang
begitu indah. Tapi aku akan terus mengukir sejarah kita, sampai pohon pinus di
negeri dogeng dapat ku capai puncaknya di atas awan, dan aku akan segera
menemukan istana terindah terakhirku.
salam cintaku, untukmu wanita kasih sahabatku
.zhiya
22-05-2015
“Jangan takut. Takdir Allah itu ajaib. Cinta diam-diammu benar-benar akan
membuat semesta alam bekerja sama denganmu, bermusyawarah serta bermufakat. Tak
peduli kau “PANTAS” atau tidak denngannya.
Sahabat, skenario yang diciptakan allah tentang hati itu indah yah...
Kadang hatiku menjerit merasakan sakit yang tiada hingga, namun terkadang juga
hatiku merasa terbang seperti melihat luar angkasa yang penuh dengan ketakjuban
binaran benda langit. Semua yang kita alami, tentu memiliki makna tersirat. Kau
sedang jatuh cinta? Atau kau pernah jatuh cinta? Ketauhilah sahabat, cinta kita
saat ini terhadap dia adalah sebuah cinta khayalan. Seperti dongeng madani yang
telah tercemar, khayalan itu memberikan setruman suggesti hati tentang
mencintai. Keindahan dongeng madani mu yang murni, mulai tercemar saat engkau
berkhayal bahwa kau jatuh cinta pada pangeran semu. Betapa hebat pangeran semu,
telah membawa sang gadis titipan ilahi, mulai menjauh dari sebuah kehalalan,
dan mendekat pada sebuah keharaman. Zaman suatu era tentu memiliki masa
susahnya. Yaa.... zaman modernisasi ini membuat semua yang tidak baik, seakan
dianggap baik. Sahabat, jangan bersedih......
dia tidak ada? Dirimu merasakan dia tidak mencintaimu?
bersyukurlah...
bayangkan, jika engkau tau dia mencintaimu lebih dari apapun? Dan hanya
engkaulah yang di puja-pujanya?
tidakkah dirimu bersedih?. Dirimu tentu akan merasakan sebuah kebanggaan
tersendiri. Dan dongeng madani murni mu perlahan akan semakin memburuk. Engkau
juga akan semkin mencintai pangeran semu mu itu.
aku mengajak mu, berandai...
jika hubungn mu dengan dia tiada kepastian, dan engkau resah dia mencintaimu
atau tidak?
percayalah sahabat, cinta diam-diammu akan terbayarkann suatu hari nanti..
engkau maha mengetahui? Tentu tidak... bisa saja sang pangeran yang kau doakan
hari ini, juga mendoakanmu disana. Semua dapat terjadi sahabat. Itu adalah cara
allah agar senantiasa kita dapat belajar tentang runtuhnya diri, dan kekuatan
hati. Aku percaya sesuatu yang kamu inginkan teramat sangat, hal tersebut akan
kau dapakan. Allah maha mengertahui dan mengabulkan semua permintaan
hambanya... mintalah pada Allah tentang semua yang kau inginkah, curahkanlah
segala perasaan mu kepadaNya.. sungguh Allah tak pernah tidur sahabatku. Saat
ini kau menangis, karna cinta semu. Tapi esok engkau akan bahagia bersama cinta
sejatimu.
ana uhibukki fillah sahabatku.. engkau adalah salah satu cinta sejatiku
saudaraku....
zhiya.
23-05-2015
Sebuah perkumpulan itu menguatkan. Saat engkau harus bertahan karna sebuah
amanah. Saat dirimu harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diberikan
kepadamu. Pengorbanan, keberanian, percaya diri, berfikir kritis menjadi bagian
dari hidupmu. Aku bahagia pernah mengenal para manusiawi itu MPK/OSIS dan
ROHIS. Keduanya organisasi semasa SMA yang aku sayangi. Berbagai ceria tawa,
tangis terukir menjadi memory yang takkan pernah bisa aku lupakan. Aku belajar
dari mereka semua. Karakteristik yang berbeda, rasa toleransi yang harus
tertanamkan, saling menguatkan, saling membahu. Aku bahagia sekaligus sedih
saat sertijab mulai terbayangkan. Dimulai dari bawah untuk membangkitkan
kembali tobaran energi yang sempat hilang dari MPK. Mengenal berbagi manusiawi
yang membuat aku menjadi pribadi yang lebih baik. Dan tentu sebuah amanah, yang
harus aku lakukan walau nyawa taruhannya. Aku belum bisa menjadi pemimpin yang
baik. Tapi aku percaya pemimpin yang baik, dia yang sangat peduli dengan
anak-anaknya. Selalu sabar, berjuang, berkorban, bertnggung jawab terhadap
apapun yang menerjangnya. Saat terdapat satu anak yang terluka, diriku yang
akan berdarah. Aku bahagia, membayangkan saat nanti penggantiku, lebih baik
dari aku. Begitupun rohis, aku bahagia berada di organissi islam di sman 60
ini. Jika aku bukan anak rohis, mungkin aku tidak akan mengenalmu... suatu
keistimewaan untukku dapat berteman denganmu. Mungkin kamu menganggap ini
biasa, tapi untuk diriku ini adalah sebuah hal yang amat sangat luar biasa.
Entah apa sebabnya, dirimu menjadi list sahabat yang paling sangat aku cintai.
Dan di rohis juga, kisah-kisah penuh sejarah ku raih bersamamu dan yang
lainnya.
“segala peristiwa yang terjadi dalam hidupmu, temukanlah pesan sirat yang
positif. maka engkau akan selalu merasa bahagia” . zhiya
Duapuluhempat
– kosonglima – duaribulimabelasHaii
..... sapaku kembali terucap untukmu yang membaca karangan-karangan ini.
sendiri.... takut... tidak bisa ditelaah oleh kata-kata. Saat engkau sedang
sendiri, terngiang masa-masa lampau yang menjatuhkanmu. Kegundahan hati akan
melandamu. Aku pernah berfikir bahwa di dunia ini semua manusia itu sama. Semua
egois, seklalipun itu orang terdekatku. Dalam kesendirian, fikiranku seakan
ruweh dan tidak karuan. Aku tidak tau memikirkan apa. Tapi hatiku sedih. Aku
ingin sekali berteriak sekencang mungkin “aku lelah dalam zona ini”. Sahabat
begitu jauh kata sempurna dari diriku. Aku mudah mersakan kegundahan, aku mudah
sedih. Dan aku tidak tau apa alasan itu..... aku benci kesendirian. Yaaa Allah
memberi manusia akal agar manusia dapat berfikir dengan jernih. Kejernihan itu
seakan luntur saat aku sedang dalam posisi dimana aku gudah tanpa alasan. Aku
rindu namun aku tidak tau siapa yang sedang aku rindukan. Sahabtku, jangan pern
lelah mendengar semua curahan hatiku.
“hidup itu singkat. Ubahlah rasa bingungmu menjadi rasa keingintauanmu untuk
menjadi lebih baik lagi lagi dan lagi, walaupun di dunia tidak ada yang terbaik
tapi percayalah, Allah menyukai hambanya yang berusaha dan berdoa kepadanya.”
.zhiya
25-05-2015
wuihhhhh tanggal yang bagus nih.. wkwkwkw
ngeflshback yaaa...Sapa
rindu ku untuk seorang ikhwan disana. Jagalah pandanganmu untuk seorang
permaisurimu kelak. Entah siapa orang itu, tapi kebahagiaan sang wanita adalah
jika pendampingnya dapat menjaga keutuhan hati dan pandangannya. Ikhwan ku
disana, tunaikanlah segala kewajiban mu, jadilah penopang kebaikan untuk wanita
dan keturunanmu kelak. Tetaplah berjihad di jalan allah swt. Aku akan menjaga
baik aurat ku untuk mu sang pembimbing ku. Wahai pelitaku berikanlah aku sebuah
pandutan untuk tetap terjaga disisinya. Ajarkan aku untuk menjadi wanita
salehamu. Dan berikan aku nasihat untuk mendidik keturunan kita nanti. Ikhwan
ku disana, saat ini aku dan kamu masih menjadi sepasang tali yang putus, kelak
suatu hari nanti tali itu akan bersatu dalam sebuah cinta yang halal dan
membahagiakan kita di dunia dan akhirat. Entah siapapun dirimu, aku berharap
kamu adalah pria terbaik yang dikirimkan allah untukku, pria yang bisa
menuntunku ke jalan allah, pria yang begitu mencintai dan menjaga ku, pria yang
menangis melihat kesedihan ku, dan pria yang bahagia melihatku tersenyum, pria
yang membimbingku untuk menjadi perempuan yang shaleha, serta pria yang
menerima baik segala kelebihan dan kekurangan ku. Mimpi terbesar ku dalam dunia
ini adalah aku ingin menjadi seseorang yang berguna untuk banyak orang. Aku
ingin melantunkan ilmu ku untuk banyak manusia. Aku sempat bermimpi untuk
menjadi seorang guru, namun mimpi itu seakan terperetel perlahan dan berubah
menjadi seorang psikolog. Ya allah yang
maha agung jadikanlah aku seorang wanita yang sukses di kemudian hari. Aminnnn.Semoga kelak kita mendapatkan pangeran yang bisa membawa kita ke janahnya allah. ammin...
ini adalah cerita-cerita ku, mana ceritamu? Wkwkwk
semoga kita bisa selalu bersama sampai jannah nanti ya sahabat.
HAPPY BIRTHDAY :D