Sabtu, 16 Januari 2016

Kisah Kenang untuk Sang ukhti Tercinta


Butiran suri pesaudaraan aku dapatkan darinya. Sosoknya yang ceria seakan memberikan ku gairah untuk terus bersamanya. Kepiawaianmu dalam bersahabat membuahkan citra cahaya pada hatiku. Ku kisahkan tulisan sederhana untuk selalu kau ingat dan renungkan.
 

 tertanggal, 17-6-2015. Hai sahabat.. pada bulan pertama yang penuh dengan kesucian ku lantunkan sebuah cerita. Ini kisah nyata yang pernah terjadi dalam hidupku. Bermula dari segala keaktifan ku di sekolah. Aku yang dulu bukan aku yang sekarang? Lirik lagu milik bocah kecil itu seakan membenarkan perihal kecil tentangku. Kejadian ini terjadi sewaktu aku duduk di bangku kelas 8, suasana penuh keseriusan terjadi. Aku masuk dalam kelas kompetisi, di kelas ini aku tidak menemukan sebuah kesatuan, seolah kami hanya bersama namun tak pernah bersatu. Kesibukkan setiap anak yang hanya bisa belajar, bertolak belakang sekali dengan aku yang terkadang hiperaktif. Sampai akhirnya aku menyibukkan diri, pada organisasi-organisasi di sekolahku. Disini aku lebih bisa menemukan tatanan pembelajaran sesuai passion ku. Belajar tidak harus dengan buku, belajar bisa menggunakan pengalaman. Keduanya harus seimbang. Itulah yang selalu ada dalam benakku. Bulan yang sangat dicintai kaum muslim dan muslimah pun tiba. Di awal bulan ini, ragaku seakan menunjukan ia baik-baik saja. Seperti biasa, aku dan kawan-kawan rumahku bergegas ke mushola dekat rumah, untuk shalat taraweh. Sifat kekanak-kanakan masih menjelma dalam diriku dan yang lainnya. Kami datang saat azan maghrib tiba, padahal shalat taraweh baru dimulai sesudah shalat isya hehe. Aku dan yang lainnya selalu beraktifitas seperti itu sewaktu ramadhan. Jarak sekolah menuju rumahku dekat namun jauh. Aku masih sanggup menapakan kaki dari rumah sampai sekolah, inilah mengapa aku tidak pernah di jemput sewaktu smp. Matahari terus menghardik hari, setiba aku di rumah, aku langsung bergegas berganti baju, dan diam dalam tempat tidur dengan suhu ac yang paling dingin. Saat azan berkumandang menandakan berbuka tiba, yang ku ambil pertama adalah es buah tercinta. Kemudian menyantap gorengan/makanan ringan yang di hidangkan ibundaku. Seperti agenda pada biasanya. Teman-temanku sudah menjemput untuk shalat taraweh. aku tak sempat menyantap nasi. Selesai tarawehpun aku tak menyentuh nasi karna rasa kantukku yang tak terkalahkan. Sewaktu sahur, aku hanya makan seadanya karna kantuk yang masih menjalar. Kegiatan rutin ini terus berlangsung sampai seminggu berpuasa. Entah mengapa tiba-tiba tubuhku meronta sakit. Aku yang tadinya tidak pernah punya penyakit maagh. Dokter memvonis maaghku sudah kronis. Keanehan mulai terjadi. Aku yang dari kecil punya asma, kini kambuh dan bersatu dengan maagh kronisku. Aku begitu lemah pada saat itu. Namun berpuasa tetap ku lakukan walau sakit yang menerjang ragaku. Aku kembali masuk sekolah, pada saat itu aku tidak bisa untuk berjalan terlalu jauh, karna lambungku yang tak bisa bertahan menemani kakiku untuk bertapak. Sekolah ku memakai tema moving class, yang berarti padaa setiap pembelajaran harus berkeliling untuk berpindah kelas. Dengan kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk aku berjalan menelusuri tiga lantai, sahabat sekaligus saudara ku yang bernama rahma menuntunku dengan sangat hati-hati. Aku melihat sebuah ketulusan dari dalam dirinya. Aku dan rahma berteman dari kami masih belia pada sekolah ini. Kami selalu satu kelas, dan selalu bersama. Seperti bidadari, dialah yang menolongku saat aku benar-benar membutuhkan pertolongan seseorang. Di kelas ini, aku selalu berdua dengan rahma. Berbeda sekali saat aku kelas 7 dan 9, semua anak aktif dan mengambil bagian dalam hidupku. Padahal kelas 9 aku kembali masuk kelas kompetisi, namun entah mengapa wajah-wajah baru yang berhasil menggusur teman kelas 8 ku, seakan lebih mempunyai daya pemikiran yang unggul. Mereka tidak hanya bisa belajar, namun bisa bersatu menjadi seorang saudara. Aku sangat berhutang budi dengan sahabat tercintaku itu, rahma adalah salah seorang yang sangat aku cintai. Aku tak kunjung sembuh, padahal obat yang diberikan sudah habis ku lalap setiap harinya.  Jam tepat berada pada pukul 11 malam, dadaku sesak tiada terkira. Obat ku habis, papaku seketika langsung menggendongku. Membawaku ke mobil, dan melaju ke klinik 24 jam. Seperti tanggapan dokter yang biasa menanganiku, ia mengatakan penyakit yang sama. Obatnya pun tidak jauh berbeda. Namun tubuhku malah semakin parah, pada leherku muncul sebuah benjolan kecil. Aku melihat betul wajah mama, ia takut, sedih bahkan seperti dipikul sebuah masalah yang berat di bulan suci ini. Aku semakin tak tertahankan, kekuatanku semakin melemah. Aku tetap menjalankan puasaku seperti yang lainnya. Aku di bawa ke rumah sakit lain, disana dokter berpesan agar aku cepat dioperasi. Benjolan di leherku bisa berbahaya apabila tidak dihilangkan. Mama, papa ku di kasih selembar kertas, dan kemudian ke apotek untuk menebus obat. Sudah 3 kali aku ganti dokter, namun sakit yang merajang seakan semakin memeluk ku erat. Mamaku mengambil telfon genggamya, dan menceritakan permasalahan ini kepada tanteku. Wanita berparas cantik, dan pintar adalah kakak yang paling dekat denganku, sewaktu kecil aku dan dia selalu dititipkan ke nenek karna orang tua kami yang sibuk. Namun seiring berjalannya waktu, semakin dewasa ia semakin sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter. Di kala itu ia sedang berada di yogyakarta, untuk dinas menyembuhkan beberapa warga yang terserang penyakit. Katanya “tak usah di operasi, jika operasi tak berhasil akan semakin fatal, coba terapi dulu”. Mamaku menurut seakan percaya dengan tanteku. Aku menjalankan berbagai terapi. Namun tak kujung sembuh. Tidak terasa seminggu lagi hari raya akan tiba. Aku senang menyambutnya, walau rasa sakit ini terus melekat namun tak bisa dipungkiri hari raya adalah hari yang membahagiakan untuk semua orang. Karna manusia akan saling memaafkan satu sama lainnya. Bersilaturami dari rumah ke rumah. Menyodorkan sebatang kue dan uang kepada tamu. Obat dari rumah sakit pun habis, terapi juga sudah dijalankan. Namun seoalah tak mau pergi, kondisiku terus melemah. Aku dibawa ke rumah sakit yang bernama datuk. Ia adalah rumah sakit yang obatnya menggunakan herbal alami. Tidak dicampur bahan kimia, seperti obat tradisional tepatnya. 4 rumah sakit ku singgahi, aku muak dengan berbagai pengobatan, rasanya seperti aku ingin tidur saja bersama nenek. Teman-teman dan tetangga silih berganti menjengukku. Karna masih dalam usia abg, salah seorang teman ku yang bertamu berkata “yah kasian deh kamu.. nanti gabisa ikut buka bersama sama kita, gabisa ke mall juga beli baju lebaran” serentak hatiku sedih. Pada bulan ramadhan itu memang aku hanya bisa terdiam dirumah. Memandangi kamar dan terbaring lemah di tempat tidur. Dua hari sebelum hari raya tiba, mama mengajakku ke mall dekat rumah. Di kursi roda aku mencari baju untuk hari raya dengan ala kadarnya. Aku tidak mementingkan pakaian baru atau apapun, aku hanya ingin melihat mama ku tersenyum kembali. Aku tidak kuat dengan dinginnya pusat perbelanjaan ini, aku pun meminta pulang. Sesampainya dirumah aku terlelap dalam tidur yang nyenyak. Tiba-tiba.. nafasku tak henti-hentinya terulur. Aku tak bisa nafas, nafasku tertarik, dan tak bisa dihembuskan. Mama dan papaku histeris, aku diminumi obat, di suguhkan air minum hangat, dipakaikan minyak angin panas. Namun apa daya, tak mempan praktik itu dilakukan. Jam tepat menunjukkan pukul 2 pagi dan aku masih tak sadarkan diri. Mamah dan papahku shalat bersama, mendoakanku, membacakanku ayat-ayat alqur’an. Satu yang ku dengar dari doa mama “ya tuhan, aku tidak sanggup melihat anakku menanggung segala penyakit ini, jika boleh ingin rasanya aku yang menggantikannya, dan jika memang saat ini engkau harus mengambilnya dariku, aku ikhlas daripada ia harus menderita terus seperti ini” aku menangis dalam tidur, dan sesak nafas yang tiada hentinya. Begitu besar pengorbanan seorang ibu. Begitu besar cinta kasih sayangnya terhadapku. Kata-kata itu terngiang di hatiku. Satu hari menjelang hari raya. Jika semua orang sedang asyik mempersiapkan idul fitri. Berbeda sekali dengan keadaan rumahku. Orang tua ku hanya mempersiapkan ala kadarnya. Mereka terfokuskan dengan aku yang semakin memburuk, aku pun kembali ke rumah sakit. Mengecek segala kondisi. Aku tak penah mau dirawat, karna jika dirawat pasti aku tidak diperbolehkan berpuasa dengan dokternya. Sesampaiya di rumah aku langsung meneguk obat. Tubuhku seakan menjadi lebih baik. Takbiran pun tiba. Suara takbir berkumandang dimana-mana. Aku berpesan pada papa ku, jika esok aku masih bisa membuka mata, aku ingin shalat id. Pagipun tiba aku dibangunkan papa, dan mama. Kami bergegas untuk shalat id bersama. Di masjid yang penuh dengan ketenangan aku merasakan kesejukkan yang tidak bisa aku ungkapan. Hatiku seakan bersih. Noda dan pikiran hitam di hatiku seakan berganti menjadi putih dan dikilaukan cahaya yang indah. Aku tersenyum dan berlutut pada sajadahku. Melihat kekuasaan allah yang tiada terkira. sesampaiya dirumah, aku langsung turun menuju gerbang. Aku langsung berlari ke dalam rumah, menuju dapur dan mengambil coca cola. Seperti langit yang menemukan mataharinya. Aku menemukan lagi daya energi diriku. Semua penyakit hilang seketika. Entah apa obatnya, benjolan di leherku hilang tak tau kemana, tubuhku sehat seperti sedia kala, malah sepeti terbangun dari koma aku merasakan ketakjuban yang aku tak mengerti ini apa. Salah satu hikmah besar yang allah berikan untukku. Seakan penuh rasa terimakasih. Aku dan keluarga tak hennti-hentinya bersyukur. Terimakasih yaAllah kau berikan ramadhan yang sungguh membuatku bahagia.
kisah nyata ini terjadi saat aku masih polos dan belum mengenal apa itu cinta. Begitu dekat dengan sang ilahi. Setiap malam yang ku rindukan adalah sajadah dan lantunan bacaannya. Aku rindu saat aku masih menjadi butiran pasir yang bersih. Saat aku tak terlelap dengan keindahan cinta lawan jenis. Sungguh berbeda sekali saat aku belum mempunyai sebuah perasaan yang menduniawi ini. Semoga lentera kisahku memberikan kau pesan tersirat yang dapat kamu jadikan renungan hidup sahabat..
salam hangat ku
untuk seorang wanita
yang kurujukan kau adalah sahabat sekaligus saudaraku
. zhiya


Terkisah 18 Juni 2015Hallo sahabat.. terukir selalu canda tawamu pada memori hatiku. Keapaadaan nya dirimu membuat kilauan cahaya seakan meluncur memancarkan auramu. Pada bulan yang penuh makna ini, akan ku sandarkan sebuah petikan-petikan kalimat. Semoga setiap kali kau membaca sebuah petikan usang dariku. Semangat dan senyummu selalu terlahir. Aku pernah membaca hadits riwayat muslimAnas menuturkan bahwa Nabi salallahualaihi wasalam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, I/14, Kitab I-Iman bab ke-6 hadits no.13.kau tau sahabat? Apa yang dijelaskan oleh hadits diatas? Sebagaimana allah mencintai orang-orang yang mencintai saudaranya. Hadits ini bercerita agar senantiasa setiap muslim saling mencitai. Syarat keimanan yang sempurna adalah saat seseorang mampu untuk mencintai suadaranya, apabila tidak. kesimpangan iman masih bersamanya. Iman bukan semata-mata keyakinan kepada Allah dan bagaimana membangun hubungan dengan-Nya (hablun minallah), tetapi juga berkaitan langsung dengan hubungan sesama manusia (hablun minannas). Iman yang sempurna harus meliputi keduanya. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu jiwa.  jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencitai dirinya sendiri. Kepingan kata-kata itu seakan menjalar dan terhelubung masuk ke dalam tubuhku. Meyayangi adalah bagaimana caranya engkau memberi bukan meminta. Bagaimana caranya engkau memperlihatkan sebuah kebenaran bukan pembenaran. Sahabatku, aku tidak bisa memberikan hal yang mungkin tidak bisa ku lakukan, bak angin yang menyejukan, aku tidak bisa menghangatkanmu layaknya mentari. Ku berikan, apa yang aku bisa dan apa yang aku mampu. Pesanku, saat engkau terjatuh. Ingatlah allah yang selalu bersamamu. Sapalah ia dalam setiap malammu, jika kau butuh pundak, atau ragaku, sapalah diriku. Jika aku sudah mulai jauh, dan lupa dengan segalanya, tegurlah aku sebagaimana seorang saudara yang saling mengasihi. Terimakasih telah berjalan masuk dalam hidupku Ku simpuhkan kalimat khusus untukmu “Jatuhkanlah air mata, saat ia memang harus terjatuh. Berhentilah kau menitikannya saat dirimu menyadari ikhlas adalah kunci dari semua peristiwa yang kau alami”Tertanda.zhiya




19 Juni 2015..
Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan untuk ku. Ukhti aku ingin bercerita... sedikit membosankan memang, membaca tulisan amatiran seperti diriku. Tapi semoga bacaan ini membuat hubungan kita tak terhempas oleh jarak dan waktu. hari ini salah seorang temanku, merayakan hari jadinya. Ia seorang protestan. Sebuah ketidaksingkronan terjadi, perbedaan agama yang terjadi antara aku, dia dan teman-teman yang lainnya membuat pesta yang ia rencanakan berganti menjadi nonton bersama. Bertoleransi indah ya ukhti^^. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk saling menghormati dan bertoleransi. Aku ingat betul sebuah kata bermakna dari guru agama tercinta “Bertoleransilah dengan semestinya. Agama islam memperbolehkan bertoleransi namun haram untukmu membenarkan ajarannya”. Seperti sebuah firman Allah swt yang tertera pada Qur’an surah Yunus/10: 40-41 Artinya :Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S Yunus/10:40-41)firman yang diturunkan sang maha kuasa ini mempunyai makna agar setiap kaum mukmin bersikap toleran dalam hal keyakinan dan menghargai akan adanya perbedaan dalam segala hal. Sungguh indah ajaran-ajaran Allah yang di ajarkan pada kaum muslim ya ukhtiJ. Pertemanan dengan seseorang yang berbeda terkadang membuat diriku takut. Aku takut iman ku yang mendayung ini seraya berada pada titik lemahnya, dan membuat aku terjerumus pada amalan yang mereka alirkan. Namun akupun percaya Allah selalu bersama hamba-hambanya. Di bulan yang penuh rahmat ini, aku menitipkan doa kecil untukmu. Insyaallah jika Allah menghendaki, Ia akan mengabulkannya. Ukhti serpihan pertemanan manusia awam, apabila tidak dibenihkan sebuah kasih sayang dan obrolan, seketika akan luntur dan terkubur pada sebuah kegengsian dan pernyataan “teman tapi dulu”. Dirimu bisa menelaah sendiri maksud petikan kata-kata ku. Selagi Allah masih memberikan ku kesempatan untuk aku bernafas, aku ingin dalam setiap helaian nafas ini berguna untuk orang lain, termasuk dirimu.
Ku harap kehadiranku di sisi mu, membawa secuil keberkahan untukmu. Tersenyumlah selalu, karna senyummu menghiburku saat aku tengah berada dalam lamunan kesedihan.
Sapaan kasihku
Untuk dirimu yang ku sapa eneng

Ku harap kehadiranku di sisi mu, membawa secuil keberkahan untukmu. Tersenyumlah selalu, karna senyummu menghiburku saat aku tengah berada dalam lamunan kesedihan. Sapaan kasihku Untuk dirimu yang ku sapa eneng rafo tertanda .zhiya




Bimbang masih menyelimuti batinku, tertanggal 20-Juni-2015.. Dini hari ini aku terbangun, tidak... ini belum memasuki waktu sahur. Pukul 01.23 mataku terbuka karna sentuhan mimpi yang aku tidak tau ini mimpi buruk atau bukan. Aku tak mampu menceritakan mimpi yang membuat air mataku terisak tak tertahankan. Aku melangkahkan kaki untuk mensucikan diri. Ku tatap langit-langit rumahku sambil mengangkat kedua tanganku seraya berdoa. Di tengah malam ini ku sandarkan berbagai curahan hati kepada sang ilahi. Bersujud dan bersandaran pada ayat-ayat Allah swt dapat membuat hatiku perlahan tenang. Ku hirup oksigen dalam-dalam dan ku keluarkan secara lambat lewat mulut, praktek tersebut membuat ragaku menemukan setruman stamninanya kembali. Sehabis bercerita dan berkelu kesah kepada sang Maha Kuasa, aku bergegas kembali ke wahana yang penuh boneka dan bebantalan. Aku berbaring tenang dengan posisi tubuh menghadap ke tembok. Seketika sorot mataku terfokuskan pada sebuah ukiran nama yang terumpat kecil ditembok dekat kasurku, yang terhalangi oleh beruang yang cukup besar. Ku geser boneka nan lucu itu. Bahkan ukiran namanya masih membuat hatiku sedih ‘Kataku dalam hati. Entah luka apa yang menyambar pada jasmani dan rohaniku. Tapi... tak tau mengapa, apapun yang berhubungan dengan dia, batin ini seraya tak tertahankan pada gejolak penuh kesedihan dan kebahagiaan. Seperti mencintai namun membenci. Aku tau betul bagaimana perasaan ini menjulurkan rasa lukanya. Namun aku juga tau hatiku selalu saja terlena oleh sentuhan rasa cintaku untuknya. Ia datang, lalu pergi, Ia kembali, lalu menghilang, Ia mendekat, lalu menjauh, Ia ada namun tak ada. Aku benci ketidakjelasan. Aku benci saat aku harus menyatakan pada hatiku, bahwa aku harus ikhlas menerima kepergiannya. Aku benci saat diriku terlena oleh biasan kata manis darinya, yang membuat ia berhasil masuk lagi ke dalam hidupku dan pada akhirnya pergi lagi. Kepiluanku menjadi-jadi saat aku memandang betul ukiran secuil nama di tembok kamarku. Mimpiku yang indah nan menyakitkan, nampaknya menjadi tertanda bahwa semua akan segera berakhir. Aku akan berhenti mencintainya. Tidak... bukan karna aku tidak benar-benar mencintainya. Aku berhenti saat ini, karna aku yakin tulang rusuk takkan salah singgah kepemiliknya. Ingin sekali aku berkata kepada sang ikhwan yang aku tidak tau ia siapa. Aku ingin berkata kepadanya ‘maafkan aku karna aku terlalu berdilema pada cinta semu, padahal aku tau cinta sejati akan menjemputku. Ajari aku untuk memiliki kesucian wanita islami, jemput aku saat dirimu sudah pantas untuk meminang dan bertanggung jawab atas diriku. Sapa aku saat dirimu sudah yakin bahwa waktunya sudah tiba untuk aku selalu setia kepadamu sampai ajal menjemput, dan binalah aku saat kamu tau segala kekuranganku yang buruk. agar aku mampu mendidik buah kasih kita menjadi seseorang yang shaleh dan shalehah’ aku tidak tau ikhwan itu siapa, namun hatiku selalu ingin meminta maaf kepadanya karna kelalaianku dalam menjaga hati.
Ukhti... sang sahabat sekaligus saudaraku. Ingatkan aku saat aku tengah berada pada lubang kemaksiatan. Aku tidak ingin terjatuh lebih dalam namun kau tau, rasa duniawi susah untukku kendalikan. Mungkin dirimu saat ini sama sepertiku. Karna tak bisa dipungkiri, hakiki seorang wanita adalah makhluk lemah yang sangat mudah rapuh dalam masalah hati, dan hasrat jiwa. seorang wanita sangat menyukai sebuah kelembutan, hatinya yang lembut dan mudah terhanyut sering membawanya jatuh pada lubang hitam yang seharunya dilarang untuk diinjak. Saudaraku.. kepadaNya lah kita selalu meminta perlindungan, agar suatu hari nanti kita dapat menggapai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tua tercinta, dan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dapat kita tulari ke orang lain terlebih buah hati kita. Dan semoga senantiasa kita segera menemukan sang penjaga hati sekaligus raga kita. Yang bisa menopang tanggung jawab atas wanitanya, yang dapat mengajari dan mencintai kita atas dasar allah swt. Semoga Allah selalu bersama dan melindungi kita ya ukhti...
petikan salam..mahligai kasih sayangku untuk seorang wanita shalehah sang sahabatTertandazhiya


Ukhti... sang sahabat sekaligus saudaraku. Ingatkan aku saat aku tengah berada pada lubang kemaksiatan. Aku tidak ingin terjatuh lebih dalam namun kau tau, rasa duniawi susah untukku kendalikan. Mungkin dirimu saat ini sama sepertiku. Karna tak bisa dipungkiri, hakiki seorang wanita adalah makhluk lemah yang sangat mudah rapuh dalam masalah hati, dan hasrat jiwa. seorang wanita sangat menyukai sebuah kelembutan, hatinya yang lembut dan mudah terhanyut sering membawanya jatuh pada lubang hitam yang seharunya dilarang untuk diinjak. Saudaraku.. kepadaNya lah kita selalu meminta perlindungan, agar suatu hari nanti kita dapat menggapai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tua tercinta, dan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dapat kita tulari ke orang lain terlebih buah hati kita. Dan semoga senantiasa kita segera menemukan sang penjaga hati sekaligus raga kita. Yang bisa menopang tanggung jawab atas wanitanya, yang dapat mengajari dan mencintai kita atas dasar allah swt. Semoga Allah selalu bersama dan melindungi kita ya ukhti... petikan salam.. mahligai kasih sayangku untuk seorang wanita shalehah sang sahabat Tertanda .zhiya





Hallo little girl....    
21-June-2015 Di lembar ini, ku singgahkan memory saat aku pertama kali berjumpa denganmu. Ingatkah engkau sahabat? Jika kau lupa. Lupamu adalah tugasku untuk mengingatkan. Ku buka kembali secangkir ingatan yang pernah terukir dulu.
Perkumpulan wanita berhijab sedang melingkar tatkala adanya sebuah pengajaran tentang sebuah organisasi yang islamiyah. Aku yang duduk paling ujung lingkaran seolah meronta kesal kepada seseorang. Mataku meringis melihat gadis kecil itu. ‘Gerabak gerubuk banget dah nih orang ‘kataku dalam hati. Suasana yang tadinya asri, berubah menjadi riuh. Suaranya yang spontan tak terhentikan, dan tingkahnya yang kebingungan membuat mulut ku akhirnya terbuka. ‘duduk disini saja’ kataku. Ia datang bersama salah seorang teman kelasnya. Kebetulan aku cukup mengenal wanita yang sedang bersama dia. ‘udah lama zhi, mulainya?’ tanya kartika. Belum kar, baru mulai...” jawabku halus. Ku pandangi inchi demi inchi gadis di sebelas kartika itu. Ia tersenyum sambil melangak-melongok malu. ‘eh gue malu, gue harus gimana? Ngenalin diri atau gimana, duh malu....’ katanya ke kartika sambil memegang tangan kartika dengan ambisius. Perkataan itu tidak henti-hentinya ia ucapkan. Sambil cengengesan ia menyapaku ‘ini lagi ngapain? Gue anak baru.. bingung.. hehehe’. ‘lagi disuruh sebutin apa aja yang bakalan menjadi target selama satu tahun ke depan dan selama berada di 60 mau kaya gimana’ jawabku seraya menjelaskan kepada gadis yang menggunakan behel sepertiku. ‘hmm.. udahkan semua.. oh iya berhubung disini banyak yang baru, kita sekalian perkenalan yah..’ucap salah satu kaka petuah. Para wanita yang berada di lantai atas mushola pun memperkenalkan dirinya bergantian. Aku memperkenalkan diriku, seperti biasa... suara ku yang lantang mengagetkan setiap orang. Dua silih sehabisku, tiba gadis kecil itu yang memperkenalkan diri. Jika seperti biasanya aku bersuara lantang, nampaknya Ia mempunyai kebiasaan seperti biasanya cengengesan-__-. ‘hehehehe assalamualaikum wr wb, nama saya rafa afafiah, kelas x mia 1. Dulu aku sekolah di 227. Alasan masuk rohis soalnya ingin mendekatkan diri sama allah. Ohhh Rafa namanya, mirip sama kaka osis-rohis ya, tapi dia namanya reeva. Setelah semua mendapat giliran untuk bersuara dalam memperkenalkan diri, kami diceritakan tentang beberapa kegiatan di rohis. Awal rasa persaudaaran ku muncul kepada gadis itu adalah pada saat pertama aku dan dia mendapatkan satu amanah bersama dalam proker rohis yang cukup besar yaitu maulid sang baginda Nabi muhammad Saw. Kami di amanahkan menjadi seksi konsumsi. Aku dan rafa tidak hanya berdua, kamipun juga bekerjasama dengan kaka petuah yang lucu dan cantik. Ka wowo dan ka nina. Ka nina adalah ketua keputiran pada saat itu, tentu saja pada setiap proker yang dijalankan Ia memiliki tanggung jawab yang lebih. Alhasil Ia terhempas dalam kemufakatan divisi ini. Peralihan kepada setiap divisi lain Ia lakukan. Aku, rafa, dan ka wowo sering bermufakat bertiga saja. Bukan karna sengaja, namun memang semua divisi membutuhkan sang kaput. Kami mengerti akan hal tersebut, seringpula ka wowo menyerahkan kemufakatan itu kepadaku dan rafa. Sifat kekanak-kanakan dan mengikuti saja, membuat aku dan rafa sering bertukar pikir hanya berdua. Persiapan demi persiapan kami jalani. Berkompromi dan menjalankan komunikasi hampir setiap hari. Membuat hubungan aku dan rafa semakin dekat. Esok maulid akan tiba, tanda aku, dia, ka nina dan ka wowo akan berhenti bermufakad tentang makanan dan minuman kecuali apabila suatu hari kami digabungkan lagi pada divisi konsumsi. Pada saat itu kelabilan seorang guru, membuat  aku dan rafa menangis dalam sebuah sajadah. Seperti langit yang menemukan bintang, aku dan divisi konsumsi menndapatkan sebuah pencerahan. Senyum terbinar dari wajah ku dan wajah yang lainnya. Semua berjalan sesuai rencana, bahkan lebih baik dari apa yang direncanakan. Event terakhir bersama kakak kelas pun selesai. Aku dan rafa kembali menjadi satu divisi pada pesantren kilat. Pesantren kilat adalah acara pertama yang dipegang oleh angakatan kami. Aku, dan rafa menjalankan tugas bersama hasna dan juli. Karna mendapatkan divisi yang paling sibuk, aku,  rafa, hasna dan juli sering mengadakan rapat di luar jam rapat akbar. Hubungan aku dan rafa semakin membaik. Kami bertukar cerita, tertawa bersama, dan menangis bersama. Sampai event pesantren kilat selesai. Suatu hari saat embun menyambut pagi, di kala itu aku, rafa, ditha dan hasna sedang berkumpul di masjid bersama kakak mentor tercinta ‘ka hilmiya’ di masjid al-ikhlas koperasi. Suatu kejutan dari ka mia, ia mengadakan kocokan taakhi. Taakhi yang dimaksud adalah pemersatuan antara kaum muhajirin dengan kaum anshar. Kebetulan dalam skenarionya aku menjadi kaum muhajirin dan rafa menjadi kaum ansarnya. Kami diperaudarakan dengan ka mia. Karna peristiwa bersejarah itu hubungan aku dan rafa semakin baik, dan seperti kilauan bima sakti yang luasnya tak terhingga. Ia selalu berkilau pada hari-hariku, dan rasa sayangku dapat terwakilkan seperti bima raya yang tak bisa dihitung keluasannya. sahabatku, bercerita mengenai sejarah itu harus. Entah untuk menjadi pembelajaran atau membuat tali persaudaan kita semakin erat karna kenangan yang begitu indah. Tapi aku akan terus mengukir sejarah kita, sampai pohon pinus di negeri dogeng dapat ku capai puncaknya di atas awan, dan aku akan segera menemukan istana terindah terakhirku. salam cintaku, untukmu wanita kasih sahabatku
.zhiya




22-05-2015 “Jangan takut. Takdir Allah itu ajaib. Cinta diam-diammu benar-benar akan membuat semesta alam bekerja sama denganmu, bermusyawarah serta bermufakat. Tak peduli kau “PANTAS” atau tidak denngannya. Sahabat, skenario yang diciptakan allah tentang hati itu indah yah...
Kadang hatiku menjerit merasakan sakit yang tiada hingga, namun terkadang juga hatiku merasa terbang seperti melihat luar angkasa yang penuh dengan ketakjuban binaran benda langit. Semua yang kita alami, tentu memiliki makna tersirat. Kau sedang jatuh cinta? Atau kau pernah jatuh cinta? Ketauhilah sahabat, cinta kita saat ini terhadap dia adalah sebuah cinta khayalan. Seperti dongeng madani yang telah tercemar, khayalan itu memberikan setruman suggesti hati tentang mencintai. Keindahan dongeng madani mu yang murni, mulai tercemar saat engkau berkhayal bahwa kau jatuh cinta pada pangeran semu. Betapa hebat pangeran semu, telah membawa sang gadis titipan ilahi, mulai menjauh dari sebuah kehalalan, dan mendekat pada sebuah keharaman. Zaman suatu era tentu memiliki masa susahnya. Yaa.... zaman modernisasi ini membuat semua yang tidak baik, seakan dianggap baik. Sahabat, jangan bersedih...... dia tidak ada? Dirimu merasakan dia tidak mencintaimu? bersyukurlah... bayangkan, jika engkau tau dia mencintaimu lebih dari apapun? Dan hanya engkaulah yang di puja-pujanya? tidakkah dirimu bersedih?. Dirimu tentu akan merasakan sebuah kebanggaan tersendiri. Dan dongeng madani murni mu perlahan akan semakin memburuk. Engkau juga akan semkin mencintai pangeran semu mu itu. aku mengajak mu, berandai... jika hubungn mu dengan dia tiada kepastian, dan engkau resah dia mencintaimu atau tidak? percayalah sahabat, cinta diam-diammu akan terbayarkann suatu hari nanti.. engkau maha mengetahui? Tentu tidak... bisa saja sang pangeran yang kau doakan hari ini, juga mendoakanmu disana. Semua dapat terjadi sahabat. Itu adalah cara allah agar senantiasa kita dapat belajar tentang runtuhnya diri, dan kekuatan hati. Aku percaya sesuatu yang kamu inginkan teramat sangat, hal tersebut akan kau dapakan. Allah maha mengertahui dan mengabulkan semua permintaan hambanya... mintalah pada Allah tentang semua yang kau inginkah, curahkanlah segala perasaan mu kepadaNya.. sungguh Allah tak pernah tidur sahabatku. Saat ini kau menangis, karna cinta semu. Tapi esok engkau akan bahagia bersama cinta sejatimu. ana uhibukki fillah sahabatku.. engkau adalah salah satu cinta sejatiku saudaraku.... zhiya.





23-05-2015 Sebuah perkumpulan itu menguatkan. Saat engkau harus bertahan karna sebuah amanah. Saat dirimu harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diberikan kepadamu. Pengorbanan, keberanian, percaya diri, berfikir kritis menjadi bagian dari hidupmu. Aku bahagia pernah mengenal para manusiawi itu MPK/OSIS dan ROHIS. Keduanya organisasi semasa SMA yang aku sayangi. Berbagai ceria tawa, tangis terukir menjadi memory yang takkan pernah bisa aku lupakan. Aku belajar dari mereka semua. Karakteristik yang berbeda, rasa toleransi yang harus tertanamkan, saling menguatkan, saling membahu. Aku bahagia sekaligus sedih saat sertijab mulai terbayangkan. Dimulai dari bawah untuk membangkitkan kembali tobaran energi yang sempat hilang dari MPK. Mengenal berbagi manusiawi yang membuat aku menjadi pribadi yang lebih baik. Dan tentu sebuah amanah, yang harus aku lakukan walau nyawa taruhannya. Aku belum bisa menjadi pemimpin yang baik. Tapi aku percaya pemimpin yang baik, dia yang sangat peduli dengan anak-anaknya. Selalu sabar, berjuang, berkorban, bertnggung jawab terhadap apapun yang menerjangnya. Saat terdapat satu anak yang terluka, diriku yang akan berdarah. Aku bahagia, membayangkan saat nanti penggantiku, lebih baik dari aku. Begitupun rohis, aku bahagia berada di organissi islam di sman 60 ini. Jika aku bukan anak rohis, mungkin aku tidak akan mengenalmu... suatu keistimewaan untukku dapat berteman denganmu. Mungkin kamu menganggap ini biasa, tapi untuk diriku ini adalah sebuah hal yang amat sangat luar biasa. Entah apa sebabnya, dirimu menjadi list sahabat yang paling sangat aku cintai. Dan di rohis juga, kisah-kisah penuh sejarah ku raih bersamamu dan yang lainnya.
“segala peristiwa yang terjadi dalam hidupmu, temukanlah pesan sirat yang positif. maka engkau akan selalu merasa bahagia” . zhiya



Duapuluhempat – kosonglima – duaribulimabelasHaii ..... sapaku kembali terucap untukmu yang membaca karangan-karangan ini.
sendiri.... takut... tidak bisa ditelaah oleh kata-kata. Saat engkau sedang sendiri, terngiang masa-masa lampau yang menjatuhkanmu. Kegundahan hati akan melandamu. Aku pernah berfikir bahwa di dunia ini semua manusia itu sama. Semua egois, seklalipun itu orang terdekatku. Dalam kesendirian, fikiranku seakan ruweh dan tidak karuan. Aku tidak tau memikirkan apa. Tapi hatiku sedih. Aku ingin sekali berteriak sekencang mungkin “aku lelah dalam zona ini”. Sahabat begitu jauh kata sempurna dari diriku. Aku mudah mersakan kegundahan, aku mudah sedih. Dan aku tidak tau apa alasan itu..... aku benci kesendirian. Yaaa Allah memberi manusia akal agar manusia dapat berfikir dengan jernih. Kejernihan itu seakan luntur saat aku sedang dalam posisi dimana aku gudah tanpa alasan. Aku rindu namun aku tidak tau siapa yang sedang aku rindukan. Sahabtku, jangan pern lelah mendengar semua curahan hatiku.
“hidup itu singkat. Ubahlah rasa bingungmu menjadi rasa keingintauanmu untuk menjadi lebih baik lagi lagi dan lagi, walaupun di dunia tidak ada yang terbaik tapi percayalah, Allah menyukai hambanya yang berusaha dan berdoa kepadanya.” .zhiya




25-05-2015 wuihhhhh tanggal yang bagus nih.. wkwkwkw ngeflshback yaaa...Sapa rindu ku untuk seorang ikhwan disana. Jagalah pandanganmu untuk seorang permaisurimu kelak. Entah siapa orang itu, tapi kebahagiaan sang wanita adalah jika pendampingnya dapat menjaga keutuhan hati dan pandangannya. Ikhwan ku disana, tunaikanlah segala kewajiban mu, jadilah penopang kebaikan untuk wanita dan keturunanmu kelak. Tetaplah berjihad di jalan allah swt. Aku akan menjaga baik aurat ku untuk mu sang pembimbing ku. Wahai pelitaku berikanlah aku sebuah pandutan untuk tetap terjaga disisinya. Ajarkan aku untuk menjadi wanita salehamu. Dan berikan aku nasihat untuk mendidik keturunan kita nanti. Ikhwan ku disana, saat ini aku dan kamu masih menjadi sepasang tali yang putus, kelak suatu hari nanti tali itu akan bersatu dalam sebuah cinta yang halal dan membahagiakan kita di dunia dan akhirat. Entah siapapun dirimu, aku berharap kamu adalah pria terbaik yang dikirimkan allah untukku, pria yang bisa menuntunku ke jalan allah, pria yang begitu mencintai dan menjaga ku, pria yang menangis melihat kesedihan ku, dan pria yang bahagia melihatku tersenyum, pria yang membimbingku untuk menjadi perempuan yang shaleha, serta pria yang menerima baik segala kelebihan dan kekurangan ku. Mimpi terbesar ku dalam dunia ini adalah aku ingin menjadi seseorang yang berguna untuk banyak orang. Aku ingin melantunkan ilmu ku untuk banyak manusia. Aku sempat bermimpi untuk menjadi seorang guru, namun mimpi itu seakan terperetel perlahan dan berubah menjadi  seorang psikolog. Ya allah yang maha agung jadikanlah aku seorang wanita yang sukses di kemudian hari. Aminnnn.Semoga kelak kita mendapatkan pangeran yang bisa membawa kita ke janahnya allah. ammin...

ini adalah cerita-cerita ku, mana ceritamu? Wkwkwk semoga kita bisa selalu bersama sampai jannah nanti ya sahabat. HAPPY BIRTHDAY :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar